Berlokasi tepat di pusat Kota Gunungsitoli, terletak di sepanjang jalan Lagundri memanjang di tepi pantai bekas pelabuhan lama yang dulunya urukan bangunan saat gempa melanda Kepulauan Nias pada tahun 2005. Senada apa yang disampaikan Sowa’a Laoli, warga Kota Gunungsitoli, Adrianus Aroziduhu Gulö–biasa disapa AAG, yang juga mantan Bupati Nias Barat, pernah menulis dalam sebuah artikel di bukunya tentang sejarah Taman Ya’ahowu. Kepada Majalah Lintas, Selasa (25/7/2023), AAG menjelaskan bahwa benar, lahan yang sekarang jadi Taman Yaahowu adalah urukan reruntuhan gempa. “Pada tahun 2015, Pemerintah Kota Gunungsitoli memfungsikan tempat ini sebagai tempat publik sekaligus digunakan pada acara memperingati 10 tahun gempa di Pulau Nias kala itu,” jelasnya. “Kemudian, di era Wali Kota Gunungsitoli Lakhömizaro Zebua bersama dengan Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, pada Mei 2016, tempat yang dulu urukan tersebut memulai pembangunan dan ditata secara terencana, in...
Komentar
Posting Komentar