Sejarah Terkenalnya Taman Yaahowu
Kota Gunungsitoli, ini berada persis di tepi pantai. Tak mengherankan taman ini menjadi primadona karena strategis sebagai tempat wisata.
Ketika berkunjung ke Taman Ya’ahowu, pengunjung dimanjakan dengan ruang terbuka yang sejuk dan ramah. Sejumlah wahana permainan anak-anak disediakan.
Selain itu, gerai UMKM yang menjual berbagai camilan khas Kota Gunungsitoli juga sudah tersedia di sana.
Bahkan, tidak jauh dari taman tersebut berdiri kafe bermerek. Kafe Janji Jiwa, misalnya. Dari lantai dua kafe ini, hamparan laut dan pemandangan keindahan Taman Ya’ahowu menjadi view paling wenak.
Pemerintah Kota Gunungsitoli telah melengkapi fasilitas taman ini mulai dari lampu jalan, kursi-kursi yang berada di sekitar taman, dan sebuah panggung besar dengan desain rumah adat Nias yang modern yang sering digunakan dalam berbagai acara.
Tidak hanya itu, kamera pemantau (CCTV) juga sudah dipasang. Semua aktivitas yang berlangsung di Taman Ya’ahowu bisa dipantau dari kantor Wali Kota Gunungsitoli selama 24 jam.
Manfaat bagi Masyarakat
Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli mengatakan, Taman Ya’ahowu, yang saat ini sudah dipergunakan oleh masyarakat mempunyai dampak yang positif dan bisa dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan. Hal ini ia sampaikan saat wawancara dengan Majalah Lintas, Rabu (26/7/2023) via panggilan Whatsaap.

“Tempat ini sekarang sudah bisa dipakai untuk jalan pagi, wisata untuk menghibur atau healing, pentas seni, dan acara-acara penting lainnya di Kota Gunungsitoli. Karena itulah kami, Pemerintah Kota Gunungsitoli menata taman ini dengan baik,” ujar Sowa’a Laoli.
Ditambahkan Sowa’a, dahulu taman ini adalah laut yang kemudian dijadikan sebagai tempat reruntuhan pascagempa di Pulau Nias pada tahun 2005.
“Kalau kita melihat dulu, dulunya itu laut sebenarnya. Tetapi, pada saat gempa reruntuhan bangunan Kota Gunungsitoli dibawa ke sana lalu ditimbun. Jadilah semacam reklamasi. Setelah ditimbun itu hanya ditimbun biasa saja. Baru setelah kami menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli, kami pelan-pelan mendesain tempat itu sehingga menjadi tempat yang nyaman
Berlokasi tepat di pusat Kota Gunungsitoli, terletak di sepanjang jalan Lagundri memanjang di tepi pantai bekas pelabuhan lama yang dulunya urukan bangunan saat gempa melanda Kepulauan Nias pada tahun 2005.
Senada apa yang disampaikan Sowa’a Laoli, warga Kota Gunungsitoli, Adrianus Aroziduhu Gulö–biasa disapa AAG, yang juga mantan Bupati Nias Barat, pernah menulis dalam sebuah artikel di bukunya tentang sejarah Taman Ya’ahowu. Kepada Majalah Lintas, Selasa (25/7/2023), AAG menjelaskan bahwa benar, lahan yang sekarang jadi Taman Yaahowu adalah urukan reruntuhan gempa.
“Pada tahun 2015, Pemerintah Kota Gunungsitoli memfungsikan tempat ini sebagai tempat publik sekaligus digunakan pada acara memperingati 10 tahun gempa di Pulau Nias kala itu,” jelasnya.
“Kemudian, di era Wali Kota Gunungsitoli Lakhömizaro Zebua bersama dengan Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, pada Mei 2016, tempat yang dulu urukan tersebut memulai pembangunan dan ditata secara terencana, intensif sesuai dengan rencana induk (master plan) Kota Gunungsitoli sehingga menjadi seperti sekarang,” kata AAG.
Waktu itu, kata AAG, dirinya bertugas sebagai Balitbang Kabupaten Nias, lalu saat mendampingi Gubernur yang datang ke Nias setelah terjadi gempa 28 Maret 2005. Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menanyainya tempat pembuangan reruntuhan rumah akibat gempa. “Saya asal saja menjawab, bagaimana kalau dibuang saja ke laut, hitung-hitung sebagai reklamasi. Jadilah reruntuhan dibuang di pantai dekat Pelabuhan Lama itu,” kata AAG.
Kelengkapan fasilitas yang tersedia mendukung para pengunjung atau masyarakat sekitar melakukan berbagai jenis kegiatan yang menyehatkan seperti tersedianya area olahraga yang bisa dimanfaatkan oleh siapa pun baik anak-anak maupun orang dewasa. Jenis olahraga yang sering dilakukan adalah jogging mengelilingi taman dan tak jarang juga sering kali di adakan senam bersama yang dilakukan di halaman khusus di tengah taman.
Pemko setempat dengan sengaja membangun fasilitas ini dengan tujuan menyehatkan masyarakat melalui olahraga di sekitar taman. Selanjutnya, fasilitas taman bermain juga telah tersedia. Bagi teman brisik dan keluarga yang ingin bermain di taman ini boleh melakukan piknik kecil-kecilan bersama anggota keluarganya apalagi membawa anak kecil/balita pasti bakal menjadi kebahagiaan tersendiri.
Kemudian, taman ini juga sering kali digunakan sebagai tempat melaksanakan berbagai event, baik event lokal maupun nasional seperti upacara perayaan 17-an, perayaan natal bersama, pegelaran budaya, pertunjukan atraksi daerah, ajang pemilihan putra/putri pariwisata dan berbagai event-event lainya yang berpotensi mengundang massa untuk menghadirinya. Tentunya ini didukung oleh luasnya lapangan bebas di tengah-tengah taman Yaahowu.




Komentar
Posting Komentar